Postingan populer dari blog ini
WICK (World in Create Kaleidoscopic)
Keyakinan dan prinsip mungkin selama ini memang lebih mensejatikan diri individual para manusia. Akan tetapi jika untuk mengangkat kebenaran, seringkali semua hanya menjadi kritis. Sebagaimana ada siang ada juga malam, perbedaan akhirnya hanya menjadi racikan keindahan argumentasi pro dan kontra. Apalagi dokumenter kuno lebih bersifat sastra naratif yang sarat akan makna yang simbolis yang juga banyak sentuhan imajinatif makulat. Sedangkan dalam konsep dokumentatif modern masa kini yang dimaktubkan adalah bersifat deskripsi yang konkret sebagai jalur pemahaman ilmiah yang materil, penjabaran pada kebudayaan logika yang didasari arus perkembangan zaman. Maka bisakah sekiranya, dalam satu inti atau pokok suatu hal yang sama menjadi terbeda-beda versial bisa menjadi satu kembali kesamaan pemahamannya? Hingga saat ini, sejarah awal perabadan di Bumi masih tersimpang-siur dan terus-menerus diperdebatkan. Dari berbagai hal yang akhirnya mulai tersubtitusi pada pengelompo...
NAFAS (Noah Ark from Atlantis)
Untuk bab ini, saya akan coba kaitkan kembali perbandingan literatur kuno dan ilmiah modern pada penciptaan manusia. Di mana saya tidak begitu membahasnya di proses 1 (Pada penulisan “WICK”, World in Create Kaleidoscopic ) yang lebih ditujukan kepada pembahasan alam-nya terdahulu. Karena manusia sendiri, sekarang merupakan faktor terbesar dan kunci untuk perabadan bumi saat ini. Dan terkait berbagai simbolis dan kode-kode tertentu dari literatur kuno yang juga masih saling berkelindaan logika pemahamannya dengan ilmiah modern. Saya akan kembali mengimajinasikan anda pada gambaran literatur kuno dan ilmiah modern. Hingga abad ke-19, gagasan Kristiani tentang penciptaan telah menjadi kerangka dasar bagi pandangan Eropa mengenai alam kehidupan. Alkitab menggambarkan setiap spesies telah diciptakan ‘menurut jenisnya’, yang dahulu oleh para naturalis dan ahli teologi diartikan memiliki ketetapan menurut hukum Ilahi. Di zaman ...
Komentar
Posting Komentar