Balada Oknum Matador (BOM) Surabaya
13 Mei kemarin, kota Surabaya di guncang aksi teror bom yang dikaitkan sebagai bagian dari kronologi balas dendam atas insiden kerusuhan napi teroris di rutan Mako Brimob, Depok seperti yang di utarakan oleh Kepala Polda Jawa Timur yaitu Irjen Machfud Arifin. Tapi apakah sesederhana itu para teroris mendaulatkan aksinya dengan memilih gereja dan kota Surabaya sebagai perwujudannya? Jika kemungkinan penelusuran secara sudut pandang lokasi, justru kemungkinan ini adalah kode impor dari pengaruh skala yang lebih luas atau global, yaitu modus eksternal dari perkembangan dunia internasional juga. Karena bukan secara kebetulan dengan memilih hari dan tanggal tersebut (13 Mei) yang ternyata bertepatan dengan hari raya Yerusalem untuk memperingati kemenangan Israel merebut kembali kota bersejarah bangsa mereka dari tangan-tangan bangsa Arab. Dengan ini, sepertinya adalah sisi lain untuk mengkumandangkan perlawanan ideologis komunitas radikal di Indonesia yang melampiaskan kekesalan...
Komentar
Posting Komentar